Tampilkan postingan dengan label komputer. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label komputer. Tampilkan semua postingan

4.30.2013

Belanja Notebook di Awal Tahun





Bingung memilih notebook baru untuk Anda di tahun 2012 ini? Kami berikan sedikit gambarannya agar lebih mudah memilih.

Pameran bisa dibilang merupakan salah satu momen yang tepat bagi sebagian besar orang untuk melihat-lihat, mencari, atau bahkan membeli produk-produk terbaru. 

Begitu pula dengan pameran komputer. Setiap pameran komputer selalu dipenuhi dengan para pengunjung yang berburu barang-barang terbaru ataupun mencari program-program promosi yang diadakan para produsen.

Khusus untuk pasar notebook, perkembangannya selama beberapa tahun terakhir ini bisa dibilang berkembang pesat. Makin banyaknya produk-produk notebook membanjiri pasaran membuat para konsumen mendapatkan pilihan yang makin banyak, sekaligus makin bingung untuk memilih produk mana yang tepat bagi mereka. Munculnya ultrabook juga makin menambah panjang daftar pilihan produk yang bisa dipilih para calon konsumen.

Menyambut acara Mega Bazaar Computer 2012, kami berikan panduan sederhana untuk memilih notebook idaman Anda. Semoga panduan singkat ini bisa memberikan gambaran untuk Anda dalam memilih.

Notebook untuk Pebisnis





Mungkin kasus kawan penulis, Aries, yang bekerja di salah satu bank besar di Indonesia jadi contoh yang tepat mengapa memilih notebook untuk kelas bisnis harus lebih jeli, bukan hanya tentang produknya namun juga layanan purna jualnya. 

Kisahnya begini, Aries yang bertugas di divisi TI mendapat perintah membeli belasan notebook untuk aktivitas program baru yang baru saja disetujui direksi bank tempatnya bekerja. 

Seperti biasa ia mengadakan seleksi dari sekian merek yang banyak beredar di pasar dan menjatuhkan pilihan berdasarkan fasilitas yang diperlukan dan harga yang disepakati divisi pembelian.

Awalnya semua berjalan mulus di mana notebook sangat membantu kelancaran tim menjalankan aktivitas program perbankan tersebut sampai kemudian sebuah masalah meluas menjadi bencana besar. 

Rupanya salah satu notebook yang berisi data perbankan penting bermasalah dengan harddisk dan upaya penyelamatan (recovery) data gagal sama sekali. Agaknya kerusakan dipicu guncangan yang terjadi pada notebook kala notebook tengah beroperasi, umumnya aktivitas di luar seperti tim marketing memang beresiko seperti ini.

Sialnya lagi dua laptop di tim marketing yang berisi data penting mengalami kerusakan pada sistem dan keyboard, padahal materi penting di kedua laptop tersebut amat dibutuhkan dalam eksekusi program mereka.

Di sinilah tim Aries baru menyadari bahwa ternyata mereka membutuhkan fasilitas khusus dan layanan servis yang prima dari sebuah laptop manakala problema menghadang. Alih-alih mendapatkan layanan perbaikan dan penyelamatan data, mereka harus mengeluarkan ongkos lebih akibat kerusakan yang dialami tidak termasuk dalam garansi yang berlaku.

Akibat kejadian ini program perbankan yang tengah berjalan mendadak terganggu dan mengalami kerugian. Atasan pun menyalahkan Aries yang meski berpengalaman namun tak menyangka hal ini mengacaukan sistem kerja timnya.

Kasus macam inilah yang harus dicermati sebelum memutuskan membeli notebook untuk kerperluan bisnis.

4.16.2013

Open Source Mobile OS: Upaya Mendobrak Duopoli





Penjualan smartphone di dunia pada tahun 2013 diperkirakan akan mencapai 918 juta unit. Angka yang melonjak sekitar tujuh kali lipat dibandingkan keadaan tahun 2008 sebesar 139 juta unit. Melonjaknya angka ini dipicu oleh makin rendahnya barrier to entry bagi konsumen untuk memiliki smartphone. 

Sebelum tahun 2009, smartphone (atau PDA-phone) mungkin identik dengan kemewahan. Akan tetapi, tidak demikian halnya sekarang. Sebuah smartphone sudah bisa ditebus dengan harga Rp1 jutaan saja, meskipun hanya merek lokal dengan spesifikasi sederhana.

Tidak bisa dimungkiri, keadaan ini dimulai sejak lahirnya Android. Sistem operasi open source ini dalam waktu singkat sanggup mendobrak dominasi platform proprietary, seperti BlackBerry OS, iOS, Symbian, dan Windows Mobile. Hingga saat ini, Android menguasai pasar mobile OS dunia dengan pangsa 70%, diikuti iOS sebesar 21%.

Namun, perlu dicatat bahwa Android bukanlah platform open source pertama yang hadir di ranah mobile. Sebelumnya, kita telah mengenal beberapa proyek open source berbasis Linux, antara lain Moblin, Maemo, MeeGo, LiMo, dan lain sebagainya. Tapi, tidak ada yang mampu diterima pasar sebaik Android.

Kegagalan demi kegagalan tersebut tidak lantas menyurutkan pengembang open source untuk mengikuti jejak sukses Android. Bahkan, tahun ini akan ada empat nama sekaligus yang bakal mencoba peruntungannya di platform mobile. Mereka adalah Firefox OS, Ubuntu Touch, Tizen, dan Sailfish.

Para pengembang Firefox OS, Ubuntu Touch, Tizen, dan Sailfish memanfaatkan ajang Mobile World Congress (MWC) 2013 guna membuktikan keseriusan. Dalam ajang bergengsi yang berlangsung di Barcelona (Spanyol) tersebut, masing-masing memamerkan kebolehan platform yang mereka usung.Penjualan smartphone di dunia pada tahun 2013 diperkirakan akan mencapai 918 juta unit. Angka yang melonjak sekitar tujuh kali lipat dibandingkan keadaan tahun 2008 sebesar 139 juta unit. Melonjaknya angka ini dipicu oleh makin rendahnya barrier to entry bagi konsumen untuk memiliki smartphone. 

Sebelum tahun 2009, smartphone (atau PDA-phone) mungkin identik dengan kemewahan. Akan tetapi, tidak demikian halnya sekarang. Sebuah smartphone sudah bisa ditebus dengan harga Rp1 jutaan saja, meskipun hanya merek lokal dengan spesifikasi sederhana.

Tidak bisa dimungkiri, keadaan ini dimulai sejak lahirnya Android. Sistem operasi open source ini dalam waktu singkat sanggup mendobrak dominasi platform proprietary, seperti BlackBerry OS, iOS, Symbian, dan Windows Mobile. Hingga saat ini, Android menguasai pasar mobile OS dunia dengan pangsa 70%, diikuti iOS sebesar 21%.

Namun, perlu dicatat bahwa Android bukanlah platform open source pertama yang hadir di ranah mobile. Sebelumnya, kita telah mengenal beberapa proyek open source berbasis Linux, antara lain Moblin, Maemo, MeeGo, LiMo, dan lain sebagainya. Tapi, tidak ada yang mampu diterima pasar sebaik Android.

Kegagalan demi kegagalan tersebut tidak lantas menyurutkan pengembang open source untuk mengikuti jejak sukses Android. Bahkan, tahun ini akan ada empat nama sekaligus yang bakal mencoba peruntungannya di platform mobile. Mereka adalah Firefox OS, Ubuntu Touch, Tizen, dan Sailfish.

Para pengembang Firefox OS, Ubuntu Touch, Tizen, dan Sailfish memanfaatkan ajang Mobile World Congress (MWC) 2013 guna membuktikan keseriusan. Dalam ajang bergengsi yang berlangsung di Barcelona (Spanyol) tersebut, masing-masing memamerkan kebolehan platform yang mereka usung.

4.09.2013

How It Works: Chipset PC Desktop Sang Penghubung Prosesor





Mungkin kamu bertanya me- ngapa sejumlah prosesor terkini telah mengintegrasikan northbridge secara langsung. Salah satu penyebabnya adalah proses produksi yang se- makin kecil yang memungkinkan jumlah transistor yang semakin banyak untuk ukuran yang sama. Andai dulu dipaksakan, ukuran prosesornya kemungkinan akan terlalu besar. 

Pengintegrasian ini pun sering kali meningkatkan kinerja dan efisiensi.
Sebelum aneka fungsi north- bridge “masuk” ke dalam prosesor, northbridge memiliki fungsi antara lain sebagai penghubung memori utama, kartu grafis, dan south- bridge dengan prosesor. Pada northbridge ini pula diletakkan kartu grafis terintegrasi. Adapun southbridge berfungsi sebagai penghubung aneka komponen lain seperti kartu tambahan lain (misalnya kartu suara, kartu jaringan), media penyimpanan (hard disk, drive optik), USB, audio yang terintegrasi, jaringan yang terintegrasi, dan BIOS dengan northbridge.

FSB
Dari penjelasan di atas, bisa dikatakan bahwa penghubung utama prosesor dengan komponen lain adalah chipset. Pada chipset yang terdiri dari northbridge dan southbridge, tentunya northbridge yang lebih berpengaruh terhadap kinerja sistem secara keseluruhan. Selain northbridge bersangkutan, kinerjanya juga dipengaruhi oleh besarnya bandwidth pada jalur yang menghubungkan northbridge dengan prosesor. Ibarat jalan raya, semakin banyak lajurnya, semakin banyak mobil yang bisa lewat setiap detiknya. Begitu pula dengan jalur antara northbridge dengan prosesor, semakin besar bandwidth yang tersedia semakin banyak data yang bisa dilewatkan setiap detiknya. 

Jalur yang menghubungkan northbridge dengan prosesor yang digunakan saat itu adalah FSB (Front Side Bus). Besarnya bandwidth yang ada kala itu kadang kurang mencukupi saat menggunakan komponen yang memiliki kinerja sangat tinggi, misalnya saat menggunakan memori utama berfrekuensi tinggi secara dual channel. Dengan diintegrasikannya memory controller secara langsung pada prosesor,
Letter M Islam Mosque