Tampilkan postingan dengan label Linux. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Linux. Tampilkan semua postingan

4.22.2013

Mencicipi Precise Pangolin ( U.Buntu )


























Ubuntu sedang mengalami masa-masa sulit. Posisinya yang biasanya berada di peringkat atas distribusi Linux paling populer kini terancam, direbut oleh Linux Mint. Bila tidak hati-hati, Fedora juga siap menerkam.

Sangat mudah untuk menerka apa yang menjadi biang keladi merosotnya popularitas Ubuntu tersebut. Ya, ngototnya pihak Ubuntu untuk menggunakan Unity sebagai lingkungan desktop membawa dampak buruk. Unity dianggap belum cukup matang untuk digunakan sebagai lingkungan desktop Linux, apalagi sekelas Ubuntu.

Ini yang mengakibatkan banyak pengguna Ubuntu akhirnya berpindah ke lain hati, lari ke distro Linux lain. Dan, yang beruntung menerima limpahan itu adalah Linux Mint, distro Linux yang memang masih “bersaudara” dengan Ubuntu.

Pengembang Ubuntu sudah pasti menyadari kondisi tersebut. Oleh karena itu mereka benar-benar bekerja keras dalam mempersiapkan rilis terbaru mereka, Ubuntu 12.04 Precise Pangolin.

Bukan berarti mereka menarik kembali Unity dan kembali menggunakan Gnome (mereka tampaknya terlalu bergengsi untuk melakukan itu). Namun, mereka terus menyempurnakan Unity sehingga makin bersahabat dengan para penggunanya.

Apalagi Ubuntu 12.04 ini bakal merupakan versi LTS (Long Term Support) alias memiliki dukungan dalam jangka panjang. Jangka waktu dukungan yang diberikan adalah lima tahun. Tentunya mereka tidak mau repot sendiri memberikan dukungan untuk sesuatu yang tidak dipersiapkan dengan matang.

Dan sepertinya usaha mereka memang tidak sia-sia. Unity kini memang tampak makin matang.














4.09.2013

Mengamankan Linux dengan F-Prot





Dibandingkan Windows, Linux secara default relatif lebih kebal terhadap virus. Namun tidak ada salahnya kamu menginstal sebuah produk antivirus pada platform Linux. Pada beberapa kasus, seperti ketika sistem operasi Linux dipakai untuk menjadi file server atau mail server yang melayani pengguna yang berbasis sistem operasi Windows, produk antivirus mutlak diperlukan untuk mencegah penyebaran malware.

Beberapa perusahaan antivirus sudah menyediakan produk antivirus untuk platform Linux/Unix. Namun hanya sedikit yang menawarkan produk gratisan. Salah satunya adalah F-Prot besutan FRISK, perusahaan di negara Islandia. Perusahaan ini berdiri sejak 1993 dengan situs resmi www.f-prot.com.

F-Prot memiliki beberapa kategori antivirus yang disesuaikan dengan target penggunanya. Kategori itu adalah home antivirus (untuk pengguna pada umumnya), corporate antivirus (pengguna di perusahaan), Linux, BSD & Solaris, dan Exchange (untuk server berbasis Microsoft Exchange).

Untuk Linux, F-Prot punya beberapa produk, yaitu Workstation, File Server, dan Mail Server. Home user disarankan menggunakan versi Workstation karena aplikasi ini bersifat free selama dipakai untuk kebutuhan pribadi dan tidak dipakai untuk menyediakan layanan pada jaringan seperti File Server atau Mail Server. Untuk informasi lebih lanjut, silakan baca di EULA yang tersedia online di www.f-prot.com/download/ license.html.

Kali ini kita akan menginstal F-Prot versi terbaru (6.1.0) pada distro Slackware Linux. Karena aplikasi ini didistribusikan sudah dalam bentuk biner, proses instalasinya bisa dilakukan pada sembarang distro Linux.

1. Unduh versi terbaru dari F-Prot untuk Linux dari URL www.f-prot.com/download/home_user/ download_fplinux.html.

2. Ekstraksi file dengan perintah “tar -xzvf fp- Linux-x86_32-ws.tar.gz”.

3. Sebuah direktori baru bernama “f-prot” akan terbentuk. Masukkan direktori yang terbentuk ke dalam sebuah direktori, misalnya /opt dengan perintah “mv f-prot /opt”

Antivirus di Platform Linux




Sejujurnya, virus yang berkembang biak di Linux bukanlah omong kosong. Ada cukup banyak virus yang bisa menyerang Linux, hanya saja memang jumlahnya tidak seberapa jika dibandingkan dengan virus yang mengganggu Windows. Tingkat kerusakan yang ditimbulkan juga ringan. Pun biasanya virus tersebut mudah dibasmi dengan patch yang dikeluarkan secara berkala oleh para pengembang Linux.

Nah, lalu buat apa ada antivirus untuk Linux? Begini. Karena sifatnya yang relatif kebal virus tersebut, Linux bisa dijadikan media untuk membasmi virus. Virus yang ada di mana? Ya, tentu saja yang menginfeksi sistem operasi Windows. Jadi, prinsipnya, peranti antivirus yang ada di Linux akan berperan sebagai dokter yang lalu melakukan diagnosa pada Windows yang sakit.

Cara melakukan diagnosa tersebut tentu bisa macam-macam, misalnya booting menggunakan Linux Live CD/USB, lalu partisi Windows dipindai menggunakan antivirus yang ada di Linux. Yang paling enak memang kalau di dalam sebuah komputer ada dua sistem operasi atau lebih, kamu tinggal booting ke Linux dan memindai partisi Windows yang dicurigai terinfeksi virus. Kalau kamu tertarik, berikut ini adalah beberapa alternatif antivirus di Linux yang bisa kamu coba.

avast! Antivirus
avast! Linux Home Edition adalah peranti antivirus yang tak berbayar. Meski tak berbayar, kamu tetap wajib melakukan registrasi untuk bisa menggunakan avast!. Registrasi dilakukan melalui halaman www.avast. com/registration-free-anti virus.php.

Perhatikan juga bahwa versi tak berbayar ini hanya boleh dipakai oleh pengguna rumahan. Institusi, bahkan yang bersifat tidak komersial sekalipun, tidak diperkenankan menggunakan versi ini. Kernel antivirus yang dimiliki oleh avast! bersifat identik dengan kernel yang dimiliki oleh sistem operasi Windows. Jadi sudah jelas antivirus ini ditujukan kepada siapa meskipun menginduk pada platform Linux. Paket instalasi avast! tersedia dalam format RPM, DEB, dan dalam bentuk source code.
Letter M Islam Mosque